CARA BERKEMBANGBIAK GAJAH

KALIMAT INI AKAN BERKEDIP KALIMAT INI AKAN BERKEDIP CARA BERKEMBANGBIAK GAJAH

Kamis, 03 November 2016

CARA PERKEMBANGBIAKAN ULAR ALAT-ALAT KELAMIN JANTAN DAN BETINA ULAR PROSES PERKEBANGBIAKAN ULAR
 Ular adalah makhluk melata yang sangat banyak ditemui di Indonesia. Selain di hutan yang memang merupakan habitat yang baik bagi ular, ular juga masih sering ditemui di kebun-kebun atau area persawahan, bahkan tak jarang ada ular yang memasuki pekarangan rumah penduduk saat mereka tengah mencari makan. 
ular kawin Pada awalnya perkawinan hewan yang kebanyakan melakukan reproduksi dengan cara ovivar (bertelur) ini di mulai dengan ular jantan akan menagkap perempuan dengan menabrak dagunya di belakang kepalanya dan merangkak di atasnya. Ketika si ular bersedia berkembangbiak, dia mengangkat ekornya. Pada saat itu, ular jantang melilitkan ekornya pada ekor si betina sehingga bagian bawah ekor mereka bertemu di kloaka ( titik keluar untuk air seni dan cairan reproduksi). Laki-laki yang memasukkan dua organ seksnya, yang hemipenis, yang kemudian memperluas dan melepaskan sperma. Ular melakukan aktifitas ini biasanya memakan waktu kurang dari satu jam, tetapi ada juga yang bisa bertahan selama satu hari.
Beberapa minggu setelah proses kopulasi terjadi, ular betina akan mencari tempat yang aman untuk bertelur. Jika tidak, ia akan menyimpan telur-telurnya di perut atau tubuhnya hingga menetas dan kemudian melahirkan anak-anaknya.
 CARA PERKEMBANGBIAKAN ULAR
Sekitar 70% dari semua jenis ular berkembang biak dengan bertelur atau ovipar. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. Ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya seperti seekor ayam.
Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ular pucuk dan ular bangkai laut ‘melahirkan’ anak. Sebetulnya, ular-ular ini tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya  atau ovovivipar.
Jadi bisa disimpulkan bahwa ular berkembang biak dengan dua cara, yaitu dengan cara bertelur (ovivar) dan dengan cara menaruh telurnya di tubuh hingga menetas kemudian melahirkan (ovovivivar).
Perkawinan sepasang ular di mulai dengan ular jantan yang akan menagkap ular betina dengan menabrakan dagu atau mulutnya di belakang kepala sang betina lalu merayap di atasnya. Ketika sang betina bersedia melakukan hubungan badan atau kopulasi, dia akan mengangkat ekornya. Pada saat itu juga, ular jantan akan melilitkan ekornya pada ekor sang betina sehingga bagian bawah ekor mereka bertemu di kloaka ( lubag kecil untuk keluarnya air seni dan cairan reproduksi). 
 
CARA PERKEBANGBIAKAN MACAN TUTUL PROSES PERKEBANGIAKAN PERKEBANGBIAKANNYA
 
PERKEMBANGBIAKAN MACAN TUTUL
 Macan Tutul (Panthera Pardus) adalah salah satu dari 4 keluarga kucing besar. Dikenal juga dengan sebutan Harimau Dahan karena kemampuannya dalam memanjat. Populasi Macan Tutul tersebar di benua Asia dan Afrika. Jawa Barat adalah wilayah dimana Macan Tutul dapat ditemukan di Indonesia dan telah dijadikan sebagai satwa identitas provinsi Jawa Barat.
Memiliki panjang badan antara 90 hingga 150 centimeter, tinggi badan 60 hingga 95 centimeter dan berat sekitar 40 hingga 60 kilogram. Bulu Macan Tutul berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. Bintik hitam pada kepalanya berukuran lebih kecil. Warna dan bintik hitam pada tubuh Macan Tutul sangat mirip dengan Cheetah. Namun keduanya adalah hewan yang berbeda. 
Hutan rimba yang lebat adalah habitat utama Macan Tutul, tapi terkadang Macan Tutul juga mendatangi perkebunan atau perkampungan penduduk saat mencari makan. Macan Tutul mampu hidup hingga pada ketinggian 2.500 MDPL, juga mampu hidup di daerah kering bercadas, hingga hutan hujan yang lembab dan suhu yang ekstrim. Di pulau Jawa, Macan atau Harimau Tutul tersebar dari daerah pantai hingga pegunungan. 
Pada umumnya, Macan Tutul menghindari manusia. Namun pernah dilaporkan bahwa ada seekor Macan Tutul jantan di Rudraprayag memangsa lebih dari 125 jiwa, dan seekor Macan Tutul betina yang disebut "Macan Tutul Panar" memangsa lebih dari 400 jiwa manusia pada awal abad ke-20 di India.


Cara Macan Tutul berkembang biak
Macan Tutul jantan dan betina akan terlihat bersama-sama saat musim kawin tiba yang berlangsung antara bulan Agustus hingga Desember. Proses kawin Macan Tutul bisa berlangsung hingga 85 menit dan dilakukan 3 sampai 4 kali dalam sehari.
Setelah musim kawin selesai, Macan Tutul betina akan hamil selama 90 hingga 125 hari. Jumlah anak yang dilahirkan antara 2 hingga 5 ekor. 
Macan Tutul adalah hewan Mamalia, yaitu hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan dan menyusui anaknya. Seekor Macan Tutul diperkirakan dapat hidup antara 12 hingga 17 tahun di alam liar.
 Hasil gambar untuk gambar gerak animasi lucu macan tutul
CARA PERKEMBANGBIAKAN IKAN NILA ALAT KELAMIN IKAN NILA PROSES PERKEMBANGBIAKAN IKAN NILA

Cara Perkembangbiakan Ikan Nila


Gambar ikan nila







Sejarah
Ikan Nila pertama kali didatangkan dari Taiwan ke Bogor (Balai Penelitian Perikanan AirTawar) pada tahun 1969. Setahun kemudian, ikan ini mulai ditebarkan ke beberapa daerah. Pemberian nama nila berdasarkan ketetapan Direktur Jenderal Perikanan pada tahun 1972. Nama tersebut diambil dari narna species ikan ini, yakni nilotica yang kemudian diubah menjadi . Nama nilotica menunjukan daerah asal ikan ini, yaitu sungai
Secara alami ikan ini melakukan migrasi dari habitat aslinya di sungai Nil di Uganda (bagian hulu Sungai Nil) kw arah selatan melewati Danau Raft dan Tanganyika hingga ke Mesir (sepanjang Sungai Nil). Nila juga terdapat di Afrika bagian tengah dan barat. Populasi terbanyak ditemukan di kolam-kolam ikan di Chad dan Nigeria. Dengan campur tangan manusia, saat ini nila telah menyebar ke seluruh dunia mulai dari Benua Afrika, Amerika, Eropa, Asia, dan Australia.




Ciri-ciri morfologi

  • Bentuk tubuh agak memanjang dan pipih ke samping, warna putih kehitaman dan warnanya semakin terang kea rah bagian ventral atau perut. 
  • Pada tubuh terdapat garis-garis vertikal berwarna hijau kebiruan, sedangkan pada sirip ekor terdapat delapan buah garis-garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan. Mata tampak menonjol agar besar dan di tepinya berwarna hijau. 
  • Letak mulut terminal atau di ujung tubuh. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah thoracic. Garis rusuk (Linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang di atas sirip dada. 
  • Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Tipe sisik adalah ctenoid atau sisik sisir. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. Rumus jari-jari sirip sebagai berikut: D XV-XVII 13;V.I.S.;P.15;A.III.10  dan C.18.
Perkembangbiakan
Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini.
Pembenihan Ikan Nila Dan Perkembangbiakan
Lahan atau kolam untuk pembenihan ikan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam pemijahan dan kolam pendederan. Kolam-kolam sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat , tidak porous (rembes), ketinggian pematang aman (minimal 30 cm dari permukaan air), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas kolam masing – masing 200 m2. Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari hama pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing dan lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang, sementara sinar matahari pun dapat masuk ke dalam kolam.
Induk ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor. perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2. Pemberian pakan berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari. Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya terjamin.
Induk nila betina dapat matang telur setiap 45 hari. Setiap induk betina menghasilkan larva (benih baru menetas) pada tahap awal sekitar 300 g sebanyak 250-300 ekor larva. Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan bobot induk betina (900 g). Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus (45 hari), induk-induk betina diistirahatkan dan dipisahkan dari induk jantan selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %.
Setelah dua minggu masa pemeliharaan adaptasidi kolambiasanya induk-induk betina mulai ada yang beranak, menghasikan larva yang biasanya masih berada dalam pengasuhan induknya. Larva -larva tersebut dikumpulkan denga cara diserok memakai serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya ditampung dalam happa ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m3. Pengumpulan larva dilakukan beberapa kali dari pagi sampai sore, dan duusahakan larva yang terkumpul satu hari ditampung minimal dalam satu happa.
Makanan Ikan Nila
Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

PERKEMBANGBIAKAN PENYU

CARA PERKEMBANGBIAKAN PENYU

PERKEMBANGBIAKAN SEEKOR PENYU

Penyu

Di dumia imi masih banyak hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Salah satunya adalah penyu. Ada dua jenis penyu, yaitu yang hidup di air (turtle) yang kakinya menyerupai sirip untuk berenang. Contoh penyu jenis ini adalah penyu hijau. Penyu yang hidupdi darat (kura-kura atau tortoise) memiliki kaki yang kuat. Kura-kura memasukkan kepala ke dalam cangkangnya yang keras ketika merasa terancam. Penyu termasuk ke dalam kelas reprilia.

Penyu Laut
Penyu telah mengalami beberapa adaptasi untuk dapat hidup di laut, diantaranya yaitu dengan adanya tangan dan kaki yang berbentuk seperti sirip dan bentuk tubuh yang lebih ramping untuk memudahkan mereka berenang di air. Penyu laut juga memiliki kemampuan untuk mengeluarkan garam-garam air laut yang ikut tertelan bersama makanan yang mereka makan dan juga kemampuan untuk tinggal di dalam air dalam waktu yang lama selama kurang lebih 20-30 menit. Telinga penyu laut tidak dapat dilihat, tetapi mereka memiliki gendang telinga yang dilindungi oleh kulit. Penyu laut dapat mendengar suara-suara dengan frekuensi rendah dengan sangat baik dan daya penciuman mereka juga mengagumkan. Mereka juga dapat melihan dengan sanghat baik di dalam air. Penyu laut memiliki cangkang yang melindungi tubuh mereka dari pemangsa.

Penyu laut berbeda dengan kura-kura. Apabila dilihat sepintas, mereka memang terlihat sama. Ciri yang paling khas yang membedakan penyu laut dengan kura-kura yaitu bahwa penyu laut tidak dapat menarik kepalanya ke dalam apabila merasa terancam.

Perkembangbiakan Penyu 
Perkembangbiakan Penyumembutuhkan kurang lebih 15-50 tahun untuk dapat melakukan perkawinan. Selama masa kawin, penyu laut jantan menarik perhatian betinanya dengan menggosok-gosokkan kepalanya atau menggigit leher sang betina. Sang jantan kemudian mengaitkan tubuhnya ke bagian belakang cangkang si betina. Kemudian ia melipat ekornya yang panjang ke bawah cangkang betina. Beberapa jantan dapat saling berkompetisi untuk merebut perhatian si betina. Hanya penyu laut betina yang pergi ke pantai untuk bersarang dan menetaskan telurnya. Penyu laut jantan jarang sekali kembali ke pantai setelah mereka menetas. Penyu laut pergi untuk menetaskan telurnya ke pantai dimana mereka dulu dilahirkan.

Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Dengan kaki depannya, mereka menggali lubang untuk meletakkan telur-telurnya. Kemudian mereka mengisi lubang itu dengan telur-telurnya sebanyak kurang lebih 100 butir (bahkan mungkin lebih). Kemudian mereka dengan hati-hati menutup kembali lubang tersebut dengan pasir dan meratakan pasir tersebut untuk menyembunyikan atau menyamarkan letak lubang telurnya. Setelah proses melelahkan ini selama kurang lebih 1-3 jam berakhir, mereka kembali ke laut.

Gambar terkaitPenyu umumnya lambat dan canggung apabila berada di darat, dan bertelur adalah hal yang sangat melelahkan, Penyu yang sedang bertelur sering terlihat mengeluarkan air mata, padahal sebenarnya mereka mengeluarkan garam-garam yang berlebihan di dalam tubuhnya. Beberapa penyu dapat menghentikan proses bertelur apabila mereka terganggu atau merasa dalam bahaya. Oleh karena itu, sangat penting diketahui bahwa jangan mengganggu penyu yang sedang bertelur.

CARA BERKEMBANGBIAK GAJAH

Cara Berkembang Biak Gajah